Fakta Baru Mengerikan Terkait Kasus Kejahatan Reynhard Sinaga

Baru-baru ini beberapa fakta muncul terkait kasus Reynhard Sinaga yang dikenal sebagai Predator seksual

Fakta Baru Mengerikan Terkait Kasus Kejahatan Reynhard Sinaga
Kasus Reynhard Sinaga di media Inggris, Gambar dilansir dari : republika.co.id

BaperaNews - Nama Reynhard Sinaga mulai dikenal publik sejak 159 kasus perkosa dan 48 serangan seksual terhadap pria. Pria asal depok ini divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris. Vonis yang dijatuhkan pada Januari 2020 dengan banyaknya kasus dalam rentang waktu hanya 2,5 tahun, Hakim Suzanne Goddard menggambarkan Reynhard sebagai “Predator seksual setan”. Reynhard sampai dinilai tidak akan pernah aman untuk dibebaskan oleh hakim.

Pengadilan Manchester mencatat kejahatan Reynhard dilakukan ketika para korbannya sedang tidak berdaya, membuntuti korban usai berhura-hura di klub, hingga digiring untuk ke apartemen Reynhard.

Perbuatan Reynhard terungkap usai memerkosa seorang korbannya. Korban yang siuman langsung melakukan perlawanan dan melapor ke polisi.

Dan saat polisi menyita ponsel Reynhard, polisi terkejut akan fakta mengerikan Reynhard mendokumentasikan pelecehan seksual yang dilakukan dia terhadap para korban. Rekaman-rekaman video yang jumlahnya mencapai ratusan jam tayang. Kepolisian lantas menggelar penyelidikan pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris.

"Ada begitu banyak video pria-pria muda dilecehkan secara seksual dan diperkosa. Kami menerima banyak laporan pemerkosaan tapi saya jarang melihatnya terjadi di depan mata," ujar Detektif Sersan Kimberley Hames-Evans.

Baru-baru ini beberapa fakta muncul terkait kasus Reynhard Sinaga, yakni:

  1. Korban Pemerkosaan Buka Identitas

Daniel seorang korban kejahatan Reynhard Sinaga berbicara kepada BBC Two, dalam documenter bertajuk Catching a Predator. Daniel berani angkat bicara ke publik agar memotivasi para korban lain untuk membuka diri.

Daniel yang menjadi korban pada tahun 2015 usai merayakan ulang tahunnya bersama teman-temannya. Daniel terpisah ketika mereka pulang ke rumah masing-masing menggunakan taksi.

"Saya perlu ke toilet jadi saya pergi ke sebuah gang. Saya tidak ingat apa-apa setelah itu," paparnya.

Dan saat ia terbangun sudah mendapati dirinya berada di sofa. Daniel mengaku pada saat itu dirinya masih berpakaian lengkap namun merasa pusing dan tak dapat mengingat apa yang dialaminya.

"Lalu saya melihat ada kaki orang sedang berjalan dan saya hanya mematung. Kemudian mereka meninggalkan ruangan. Saya langsung bangkit dan lari keluar," ujar Daniel.

  1. Korban Ungkap Alasan Tak Lapor Polisi

Daniel salah satu korban yang buka suara mengenai kejahatan Reynhard Sinaga mengaku tidak pernah mempertimbangkan untuk melapor ke polisi karena ragu dengan apa yang ia alaminya, merasa bodoh, dan memang tidak tahu apa yang telah terjadi. Dirinya baru yakin menjadi korban setelah seorang detektif yang bertugas menyelidiki kasus Reynhard menemuinya.

Daniel menceritakan sang detektif memperlihatkan foto-foto serangan seksual yang dilakukan oleh Reynhard. Dan ia pun mengenali dirinya dalam salah satu foto tersebut.

"Tidak bisa dibantah, itu adalah saya. Anda bisa melihat tato saya. Ada sedikit rasa lega karena saya akhirnya tahu apa yang telah terjadi dan logikanya masuk, tapi mungkin bukan rasa lega yang saya inginkan," ujar Daniel

(Foto: Greater Manchester Police)

  1. Polisi Inggris Rilis Foto Babak Belur Reynhard

Foto: Greater Manchester Police

Jelang penayangan film dokumenter BBC yang berjudul Catching a Predator, Polisi merilis foto babak belur Reynhard Sinaga untuk pertama kalinya.

Foto yang diambil pada tahun 2017 usai seorang korbannya siuman saat diperkosa dan melakukan perlawanan. Terlihat di dalam foto Reynhard tampak babak belur dengan luka lebam di kedua matanya. Serta beberapa lembar selotip medis yang menutupi luka-luka di bagian alis mata.

Reynhard dipukuli oleh salah satu korbannya yang merupakan seorang atlet yang siuman dan melawan saat tengah diperkosa.