Eks Pilot dan Karyawan Merpati Tagih Pesangon Rp 312 M ke Erick Tohir

Eks Pilot dan Karyawan Merpati Tagih Pesangon Rp 312 M ke Erick Tohir
Eks Pilot dan Karyawan Merpati Tagih Pesangon Rp 312 M ke Erick Tohir

Ratusan mantan karyawan dan juga mantan pilot dari PT Merpati Nusantara Airlines tengah mendesak Erick Thohir (Menteri BUMN RI), untuk segera merealisasikan utang pesangon dari perusahaan yang nominalnya ditaksir mencapai Rp 312 Miliar.

Nilai uang yang fantastis tersebut merupakan uang pesangon untuk 1233 mantan karyawan dan juga mantan pilot terhitung sejak perusahaan gulung tikar pada tahun 2014 lalu.

Desakan tersebut muncul saat mereka semua datang langsung ke kawasan kantor PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang menjadi penanggungjawab atas penyelesaian terkait masalah keuangan PT Merpati Nusantara. Aksi tersebut dilakukan pada hari Selasa, 13 April 2022.

Lebih lanjut, para mantan karyawan dan juga mantan pilot memberikan usulan kepada Erick Thohir (Menteri BUMN RI) untuk bisa segera menjual berbagai bentuk aset dari PT Merpati Nusantara yang masih tersisa. Setelah aset berhasil terjual, hasilnya bisa dibagikan langsung kepada para mantan pegawai PT Merpati Nusantara sebagai realisasi pembayaran pesangon mereka.

“Kami sangat berharap kepada Erick Thohir (Menteri BUMN RI) untuk bisa memberikan dukungan kepada kami dalam upaya pembayaran pesangon,” kata Markus Nababan (pengacara dari salah satu mantan pegawai PT Merpati Nusantara).

Tak hanya berusaha untuk terus mendesak Erick Thohir (Menteri BUMN RI), mereka juga berusaha meminta penjelasan lebih lanjut kepada Yandi Jaya Ruchandi (Direktur Utama PPA) melalui pertemuan yang dilakukan pada hari Selasa kemarin.

Menurut Bertua Hutapea (pengaca lain dari salah satu mantan pegawai PT Merpati Nusantara), pihak PPA sampai saat ini memang terlihat belum mempunyai keputusan lebih lanjut terkait dengan realisasi pembayaran pesangon.

“PT PPA sendiri mengaku, untuk menyelesaikan masalah realisasi pembayaran pesangon kepada para mantan pegawai PT Merpati Nusantara, pihaknya masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak Erick Thohir (Menteri BUMN RI),” ungkap Bertua Hutapea.

Meski sampai sekarang masih belum ada kejelasan, para mantan pegawai PT Merpati Nusantara tetap memintah kepada pihak PPA untuk segera membereskan masalah realisasi pembayaran pesangon tersebut.

Terlebih lagi para mantan karyawan PT Merpati Nusantara sudah tidak muda lagi, sebagian besar berusia di atas 50 tahun. Belum lagi banyak dari mereka yang kini mengalami masalah rumah tangga hingga permasalahan pendidikan akibat dampak dari pesangon yang tak kunjung cair.