Diskon Ppn Rumah Sebesar 50% Diperpanjang Oleh Pemerintah

Diskon PPN rumah sebesar 50 persen diperpanjang pemerintah. Simak Informasi selengkapnya !

Diskon Ppn Rumah Sebesar 50% Diperpanjang Oleh Pemerintah
Pemerintah memberi diskon pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 50 persen untuk pembelian rumah baru dari hingga Juni 2022. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).

Cahaya.co - Stimulus diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari pemerintah pada masa pandemi virus Covid-19 ini diharapkan dapat meningkatkan angka penjualan properti bagi para pengembang.

Saat ini Indonesia tengah memasuki fase pemulihan dan diharapkan aspek ekonomi dapat bangkit terutama melalui sektor properti yang merupakan garda terdepan dalam pemulihan ekonomi nasional.  Sebelumnya stimulus pemerintah melalui diskon PPN 50% diadakan hingga Desember 2021 yang digadang-gadang bisa menjadi momentum kesempatan bagi pengembang untuk meningkatkan penjualan karena konsumen dapat memberi properti yang lebih murah namun kini pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa diskon pajak pertambahan nilai (PPN).

Pemerintah memberi diskon pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 50 persen untuk pembelian rumah baru daripada periode Januari-Juni 2022. Pemberian diskon ini merupakan perpanjangan dari insentif fiskal PPN ditanggung pemerintah yang seharusnya berakhir pada Desember 2021.

"Insentif fiskal PPN ditanggung pemerintah untuk perumahan, ini disetujui oleh Bapak Presiden (Joko Widodo)," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di acara Refleksi Capaian 2021 dan Outlook Ekonomi 2022, Kamis (30/12).

Kendati begitu, ada perbedaan dari perpanjangan insentif PPN ini. Semula, pemerintah memberikan gratis PPN alias diskon 100 persen bagi pembelian rumah baru dengan harga maksimal Rp2 miliar.

Namun, diskon PPN menjadi 50 persen saja pada tahun depan. Sementara diskon PPN untuk pembelian rumah baru seharga di atas Rp2 miliar sampai Rp5 miliar yang semula sebesar 50 persen menjadi 25 persen.

"Itu (insentif) bisa diberikan kepada mereka yang berkontrak di depan (inden), sehingga ada waktu untuk membangun," terangnya.

Kendati begitu, ia belum menyebut pagu anggaran untuk pemberian insentif fiskal ini ke depan. Sementara pada tahun ini, realisasi insentif untuk diskon PPN rumah mencapai Rp 960 miliar.

Nantinya, pemerintah akan mengeluarkan peraturan teknis mengenai pemberian diskon PPN rumah. Sebelumnya, ketentuan tertuang di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 103/PMK.010/2021 tentang PPN atas Penyerahan Rumah Tapak dan Unit Hunian Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.