Daftar 7 Perusahaan BUMN Yang Akan Dibubarkan Oleh Erick Thohir

Erick Thohir akan membubarkan 7 perusahaan BUMN yang sudah lama tidak beroperasi, Berikut daftar 7 perusahaannya

Daftar 7 Perusahaan BUMN  Yang Akan Dibubarkan Oleh Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir akan membubarkan 7 perusahaan pelat merah yang sudah tidak beroperasi, namun tercatat masih memiliki pegawai. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Cahaya.co - Tujuh perusahaan negara dikabarkan akan dibubarkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Perusahaan negara yang sudah tidak beroperasi lagi tercatat masih memiliki pekerja. Pekerja-pekerja ini belum pernah mendapatkan kebijakan yang jelas, sehingga dengan pembubaran BUMN ini diharapkan memberikan kepastian kepada para pekerja.

"Sekarang yang perlu ditutup tujuh (BUMN) yang sudah lama tidak beroperasi. Zalim kalau jadi pemimpin tidak memberikan kepastian," ujar Erick kepada media, Kamis (23/9).

Penutupan BUMN ini perlu melalui proses yang panjang, Erick pun telah meminta sejumlah dukungan seperti kepada Presiden Joko Widodo, Menteri, Hingga DPR dalam rencana ini.

Lima dari tujuh perusahaan BUMN yang akan dibubarkan masuk dalam program restrukturisasi.

Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar pembubaran ini ialah:

  1. PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)

Perusahaan BUMN dalam bidang maskapai ini sudah lama tidak mengudara dalam beberapa tahun terakhir. Dikarenakan kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah. Pemerintah telah meminjamkan dana restrukturisasi hingga Rp.663,99 Miliar pada PPA atau PT Perusahaan Pengelola Aset untuk mengurus Merpati. Sempat terdengar kabar bahwa Merpati ingin mengudara lagi namun hingga kini belum juga terealisasi.

  1. PT Industri Gelas (Persero)

PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas tidak hanya baru-baru ini dilirik untuk ditutup. Erick Thohir sebelumnya pernah mempertimbangkan karena kondisi perusahaan yang sudah sekarat bahkan sudah menjadi “pasien” PPA. PPA yang sempat mengucurkan dana talangan untuk perusahaan ini serta peminjaman dana untuk restrukturisasi. Namun hingga kini belum ada kelanjutannya.

  1. PT Istaka Karya (Persero)

Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi ini, dikabarkan gaji pegawai sudah tidak dibayarkan selama setahun lebih. Dan juga sudah lama tidak beroperasi. Pada tahun 2020 PPA telah meminjamkan dana talangan senilai Rp.62,44 Miliar. Namun hingga kini belum jelas kelanjutan penggunaanya.

  1. PT Kertas Kraft Aceh (Persero)

Perusahan negara yang telah mendapatkan dana talangan sebesar Rp.51,34 Miliar dan pinjaman dana restrukturisasi senilai Rp.141,61 Miliar hingga kini belum ada kelanjutan pembenahannya. Perusahan BUMN yang membuat Erick pusing sejak lama hingga ingin melakukan likuidasi

  1. PT Industri Sandang Nusantara (Persero)

Sebelum kondisi perusahaan yang bermasalah, Perusahaan BUMN ini merupakan andalan pemerintah untuk mendukung kebutuhan pangan hingga mencapai swasembada dalam memenuhi kebutuhan karung dan karung plastik.

  1. PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PANN

Perusahaan yang pernah mengejutkan publik karena pernyataan Erick yang menyebut PANN hanya memiliki tujuh pegawai dari direksi hingga komisaris. Perusahaan yang berawal berada pada bidang pembiayaan kapal namun menyasar pada bisnis perhotelan.

  1. PT Kertas Leces (Persero)

Perusahaan BUMN ini sudah menjadi “pasien” PPA. PPA pun sudah memberikan dana talangan senilai Rp.38,5 Miliar. Tapi hingga kini belum ada kelanjutan dalam pembenahannya.