Buka Kelas Yoga Orgasme di Bali, Bule Asal Kanada Dideportasi

Buka kelas yoga sensual, Bule asal kanada di deportasi.

Buka Kelas Yoga Orgasme di Bali, Bule Asal Kanada Dideportasi
Gambar dilansir dari : cnnindonesia

Cahaya.co - Seorang Warga negara asal Kanada, Christopher Kyle Martin, diamankan pihak Imigrasi lantaran ia mengadakan 'kelas orgasme' di Bali.

Kanwil Kemenkumham Bali menggelar jumpa pers mengenai kejadian ini pada Minggu (9/5/2021). Gubernur Bali, Wayan Koster, juga hadir untuk memberikan penjelasan soal perkara ini. Sementara itu, Christopher Kyle Martin duduk di samping meja konferensi pers.

Berdasarkan keterangan dari Kakanwil Kemenkumham Bali Christopher Kyle Martin sempat kabur ketika didatangi oleh aparat di kediamannya di Ubud. Tim tidak menyerah. Sehari kemudian, Christopher berhasil diamankan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali, Jamaruli Manihuruk mengatakan bahwa Christopher Kyle Martin yang sempat akan membuka kelas yoga orgasme bertajuk Tantric full body orgasm di Ubud Bali, ternyata tidak memiliki surat izin kerja. 

Ia juga menjelaskan bahwa bagi peserta kelas yoga bertajuk Tantric Full Body Orgasm diminta untuk membayar 20 euro. Biaya tersebut sudah termasuk membayar sewa tempat dan makanan pada saat acara berlangsung.

Selama berada di Indonesia Christoper Kyle Martin menggunakan izin tinggal kunjungan. Menurut Jamaruli, dapat dikatakan WNA asal Kanada ini selama berada di Bali tidak menghormati adat istiadat serta budaya Bali. Sesuai dengan Pasal 75 huruf a UU No 6 Tahun 2016, dikenakan tindakan pendeportasian dan namanya dimasukkan ke dalam daftar tangkal.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan adanya warga asing yang viral akan membuka kelas yoga "orgasme" di Bali tentu merupakan aktivitas yang bisa merusak nama bangsa dan citra pariwisata Bali.

Wayan menjelaskan bahwa Bali sebagai destinasi pariwisata dunia tentu menerima wisatawan dunia, apalagi saat pandemi tentu berharap wisatawan mancanegara dan domestik berkunjung ke Bali, tapi wisatawan yang kami terima adalah wisatawan bermartabat dan menghormati hukum di Indonesia dan menghormati nilai-nilai masyarakat setempat di Bali.

Ia menegaskan semua WNA yang berperilaku tidak baik, tidak tertib dan tidak disiplin akan ditindak secara tegas. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali, Kemenkumham Bali serta instansi terkait lainnya tetap menelusuri praktik-praktik yang tidak sehat di Bali.

Pihak Imigrasi menilai Christopher Kyle Martin tidak menghormati adat istiadat serta budaya Bali. Dengan demikian, pria berusia 37 tahun itu dideportasi dari Indonesia.

"Deportasi terhadap Christopher Kyle Martin dilaksanakan pada hari ini, Minggu, 9 Mei 2021, pukul 15.20 Wita dan direncanakan tiba di Soekarno-Hatta pada pukul 16.50 WIB kemudian melanjutkan Penerbangan dari Jakarta-Doha-Kanada menggunakan penerbangan Qatar Airways pada hari Senin dini hari pukul 01.00 Wita," papar Jamaruli.

Terakhir, Jamaruli mengimbau kepada semua WNA yang berkunjung ke Bali agar selalu berperilaku tertib dengan menghormati hukum dan nilai budaya masyarakat Bali. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas demi menegakkan kehormatan dan kewibawaan negara di hadapan dunia.