Brigadir NP Meminta Maaf Pada Mahasiswa Korban Unjuk Rasa Di Kantor Pemerintah Kabupaten Tangerang

Brigadir NP minta maaf dan berpelukan langsung kepada mahasiswa korban unjuk rasa

Brigadir NP Meminta Maaf Pada Mahasiswa Korban Unjuk Rasa Di Kantor Pemerintah Kabupaten Tangerang
Brigadir NP (Kiri) menyampaikan permintaan maaf kepada MFA. /Instagram/@divisihumaspolri

Cahaya.co - Brigadir NP, Oknum polisi yang viral dalam aksi demonstrasi di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten. Berawal dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa tepat pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang ke-389. Mahasiswa yang ingin menemui Bupati Tangerang melakukan negosiasi dengan tim negosiator Polresta Tangerang.

Saat tim negosiator meminta perwakilan dari mahasiswa untuk bertemu dengan pejabat. Karena kebetulan Bupati Tangerang tidak bisa ditemui karena sedang ada Jadwal untuk menghadiri kegiatan HUT Kabupaten Tangerang. Proses negosiasi pun menjadi ricuh untuk kedua belah pihak. Hingga muncul insiden yang viral dalam media sosial.

Pada Rabu (13/10) malam Brigadir NP akhirnya menyampaikan permintaan maaf didepan korban MFA yang disaksikan oleh ayah korban serta Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro. Pertemuan yang dilakukan di Mapolresta Tangerang dibagikan melalui unggahan akun instagram @humaspoldabanten.

"Saya meminta maaf kepada Mas Faris atas perbuatan saya. Dan saya siap bertanggung jawab atas perbuatan saya. Sekali lagi saya meminta maaf atas perbuatan saya, kepada keluarga, dan saya siap bertanggung jawab, " ujar Brigadir NP

Usai mengucapkan permintaan maaf, Brigadir NP mengulurkan tangannya dan berpelukan dengan MFA. Tak hanya itu, Brigadir NP juga berjabat tangan dengan ayah MFA.

MFA yang menerima permintaan maaf Brigadir NP mengapresiasi dan mendorong kepolisian untuk bertindak tegas kepada para personilnya yang melakukan tindakan represif saat mengamankan demonstrasi.

"Menerima permohonan maaf tersebut, kalau lupa enggak, saya harap polisi untuk melakukan penindakan yang tegas ke oknum polisi yang melakukan tindakan reflek tersebut," ucap MFA

Sejalan dengan itu, Ayah dari MFA juga menerima permintaan maaf Brigadir NP dan berharao Brigadir NP tetap diproses sesuai dengan prosedur yang ada di kepolisian.

Menanggapi hal itu, Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho menyampaikan permintaan maaf dan berjani akan menindak tegas anak buahnya.

"Atas nama Polda Banten, saya meminta maaf kepada adek Faris dan ayahanda yang mengalami tindakan kekerasan oleh oknum Polresta Tangerang pada saat pengamanan aksi unjuk rasa. Kami pastikan ada sanksi tegas terhadap oknum tersebut yang saat ini sedang dalam pemeriksaan oleh Divisi Propam Polri dan Bidpropam Polda Banten," jelas Rudy

Wahyu Sri Bintoro juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan kasar personelnya.

"Kalau tadi yang bersangkutan, meminta maaf secara pribadi kepada korban. Kalau saya, Kapolresta Tangerang, meminta maaf kepada seluruh mahasiswa. Bapak Kapolda juga tadi menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tadi, di mana oknum NP bertindak di luar SOP," ucap dia.