Benarkah Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan? Begini Penjelasan Kemenkes.

Muncul pertanyaan tentang menurunnya antibodi dari Covid-19 setelah 6 bulan vaksin dengan sinovac, ini penjelasan Kemenkes !

Benarkah Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan? Begini Penjelasan Kemenkes.
Gambar dilansir dari : Unicef

Cahaya.co - Seperti yang diketahui, Vaksin Sinovac adalah salah satu vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi di Indonesia. Vaksin asal negeri China itu sedang ramai diperbincangkan karena disebut antibodi bentukannya menurun setelah enam bulan usai penyuntikan dosis kedua. 

Melansir dari Kompas.com, vaksin Sinovac dikatakan memiliki nilai antibodi yang bagus dan dipercaya dapat melawan infeksi virus corona.

Kadar antibodi 28 hari setelah penyuntikan dosis kedua vaksin Sinovac adalah 39,6 sampai 49,1. Angka itu termasuk sangat baik mengingat batas antibodi dinyatakan positif adalah 8.

Akan tetapi, nilai antibodi turun sampai dibawah batas antibodi positif setelah enam bulan pemberian vaksin dosis kedua, yaitu 4,1 hingga 6,7.

Sementara itu, belum diketahui batas nilai antibodi yang mampu memberikan perlindungan menyeluruh untuk Covid-19 bergejala parah.

Oleh karena itu, tidak bisa dikatakan bahwa penurunan tersebut berarti juga penurunan efektivitas vaksin. 

Selain itu, Peneliti di China menjelaskan bahwa efek  Sinovac memudar setelah enam bulan penyuntikan dosis kedua. Dari dua kelompok sampel yang diteliti, terdapat sekitar 16,9 persen dan 35,2 persen yang masih terdeteksi memiliki antibodi setelah enam bulan vaksinasi dosis kedua.

Akan tetapi, studi itu menjelaskan bahwa suntikan ketiga atau booster memiliki efek penguat yang baik.

Siti Nadia Tarmizi selaku juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa studi itu belum bisa menjadi rujukan karena belum ada publikasi ilmiah.

Kemudian ia melanjutkan bahwa terkait penurunan ini belum ada publikasi ilmiah tentang vaksin yang ada menjadi tidak efektif, dan WHO juga masih merekomendasikan semua jenis vaksin.

Ia juga berkata bahwa sejauh ini tidak ada rencana untuk memberikan suntikan ketiga kepada masyarakat maupun pejabat publik hingga presiden. Ia menjelaskan bahwa sampai saat ini, booster hanya akan diberikan kepada tenaga kesehatan karena risiko keterpaparannya yang sangat tinggi.

Diketahui, Pemerintah menggunakan vaksin Moderna sebagai moderna untuk para tenaga kesehatan. Vaksin yang dibuat oleh perusahaan asal Amerika Serikat tersebut, sekitar 95% dinyatakan efektif melindungi dari Covid-19 dibanding vaksin lain, seperti vaksin Sinovac. 

Program vaksinasi ketiga bagi nakes ini mulai disuntikkan sejak bulan Juli lalu dan menyasar 1,47 juta tenaga kesehatan.