Batal Dikremasi, Jenazah Ricardo Akan di Terbangkan Sabtu ini!

Jenazah Ricardo korban dari kebakaran Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) Tangerang yang hendak dikremasi ini harus dibatalkan karena diketahui belakangan ini bahwa Ricardo adalah seorang muslim.

Batal Dikremasi, Jenazah Ricardo Akan di Terbangkan Sabtu ini!
Gambar dilansir dari : Kemenkumham

Cahaya.co - Jenazah Ricardo Ussumane Embalo yang berusia 51 tahun merupakan korban dari kebakaran Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang akan diterbangkan pada Sabtu (18/9). Jenazah yang awalnya hendak dikremasi ini harus dibatalkan karena diketahui belakangan ini bahwa Ricardo adalah seorang muslim.

"WNA Portugal yang kemarin di awal informasinya yang bersangkutan beragama Kristen diminta kremasi ternyata setelah ada informasi berkembang, dia muslim," kata Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi (Binapi Latkerpro) Ditjen PAS Thurman Hutapea saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati

Sejalan dengan itu, Abdul Aris yang merupakan Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan membenarkan hal itu

"Informasinya benar (jenazah dikirim pada Sabtu). Sudah diurus ke kedubes, kita kan hanya membantu Kedubes," Ujar Aris

Ia menjelaskan bahwa jenazah Ricardo akan diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta. Namun masih belum bisa memastikan bandara Jenaza Ricardo mendarat. Terkait ini, pihaknya masih menunggu laporan lebih lanjut.

"Kalau nantinya mau dibawa kemana kami belum tahu, belum dapat laporan," ujar dia

Menurut penjelas Aris, RS Polri Kramat Jati akan didatangi oleh perwakilan Kedutaan Besar Portugal yang ada di Indonesia untuk proses pengurusan. Sebab hingga hari ini, jenazah Ricardo masih berada di Ruang Kedokteran Forensik RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Komandan DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko mengatakan bahwa dalam proses pengiriman jenazah Ricardo perlu waktu. Karena dalam pengurusan dan pengiriman jenazah ke luar negeri memerlukan berkas-berkas yang harus dilengkapi.

"Ada perusahaan yang ngurus jenazah sampai luar negeri biasanya ada prosedur yang harus dilengkapi, makanya perlu waktu," kata Hery

Henry menambahkan bahwa saat ini pihak Ditjenpas Kemenkumham telah menjalin komunikasi dengan pihak keluarga Ricardo terkait pengiriman peti jenazah WNA tersebut.

"Kita tunggu dari Nigeria, informasinya dari Ditjenpas nya sudah kontak Dengan keluarganya," kata Hery.