Banjir Bandang NTT, 6 Kecamatan Terisolasi dan Korban Terus Bertambah

Banjir Bandang di NTT membuat 6 kecamatan terisolir dan korban terus bertambah

Banjir Bandang NTT, 6 Kecamatan Terisolasi dan Korban Terus Bertambah
Gambar dilansir dari : kompas.com

Cahaya.co - Update terbaru banjir bandang di NTT, untuk saat ini ada enam kecamatan yang terisolasi dan korban terus bertambah. Bencana telah berakibat pada kerusakan akses jalan dan ada setidaknya 12 desa dan enam kecamatan terisolasi.

Terdapat enam desa di Kabupaten Malaka terisolasi karena jembatan putus. Ditambah lagi di Kabupaten Flores Timur, di Adonara sekitar enam desa terisolir karena longsoran jalan. Sehingga tak bisa dilewati kendaraan darat.

Wakil Gubernur NTT juga mengatakan jika masih ada enam kecamatan di Kabupaten Sabu Raijua yang tak bisa disentuh.

“Kemudian di Sabu Raijua itu ada 6 kecamatan terisolasi karena jalan putus dan jembatan putus,” ucapnya.

Dengan adanya peristiwa ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan bantuan menggunakan helikopter ke daerah terisolasi.

Akan ada tiga unit yang digerakkan ke wilayah NTT, dan akan bertambah jika masih kurang. Doni juga berharap dari Mabes TNI dan Polri juga mengirimkan helicopter untuk mengirim bantuan.

Sebelumnya memang Presiden Jokowi telah meminta agar BNPB untuk mengatasi bencana tersebut dengan cepat.

“Secara cepat melakukan evakuasi dan penanganan korban bencana serta penanganan dampak bencana,” ujar Jokowi.

Gambar dilansir dari : cnnindonesia.com

Sementara itu korban meninggal dunia akibat banjir terus bertambah, untuk saat ini menjadi 84 orang. Angka ini merupakan jumlah dari keseluruhan dari data terbaru yang disampaikan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Senin (5/4) malam.

“Korban jiwa total keseluruhan 84 orang dan dalam pencarian yang masih tertimbun 71 orang,” kata Josef.

Josef juga mengatakan bahwa daerah yang paling terdampak antara lain, Flores Timus, Kupang, Lembata dan Sabu Raijua.

Catatan dari BNPB terdapat 15 orang luka-luka, dan 2.655 jiwa mengungsi. Ditambah terdapat 25 rumah rusak berat, 17 rumah hanyut, 60 rumah terendam, 114 rusak sedang dan 743 rumah terdampak bencana.

Sedangkan untuk akses jalan, terdapat 5 jembatan putus, 1 fasilitas umum rusak, 1 kapal tenggelam, dan juga 40 akses jalan tertutup pohon tumbang.

Bencana banjir bandang ini terjadi karena cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir. Sehingga debit air meningkat dan terjadi banjir di berbagai wilayah NTT.

Hingga saat ini proses evakuasi dan pengiriman bantuan masih terus dilakukan. Semua pihak turut membantu dan berusaha yang terbaik untuk warga terdampak.

Tentu hal ini menjadi duka tersendiri untuk Indonesia, semua bentuk bantuan dan doa bijaknya bisa disalurkan untuk para korban yang terdampak.