Asnawi Mangkualam Di Reposisi Jadi Winger

Asnawi dapat perubahan posisi baru dari pelatihnya di klub sebagai Winger, apakah posisi baru ini akan menyulitkannya di Timnas Indonesia?

Asnawi Mangkualam Di Reposisi Jadi Winger
Asnawi Mangkualam. Gambar : Dok K-League 2

Cahaya.co - Pelatih baru Ansan Greeners, Cho Min Kook, berniat mengubah posisi bermain Asnawi Mangkualam dari bek sayap kanan menjadi winger. Ini bisa mengubah gaya mainnya di Timnas Indonesia.

Dalam asuhan Shin Tae Yong di Timnas Indonesia, baik itu dengan formasi 3-5-2 maupun 4-3-3, Asnawi berperan menjadi motor serangan. Ia bersama Pratama Arhan mengatur serangan dari sisi sayap, tanpa melupakan permainan bertahan.

Tugas dari Shin bisa dijalankan Asnawi dengan baik. Pemuda asal Makassar ini tampil eksplosif sekaligus lugas dalam bertahan. Karena itu perannya di Timnas Indonesia tak tergantikan.

Selama semusim di Ansan, wakil kapten Timnas Indonesia ini kerap gonta-ganti posisi. Kadang diplot sebagai bek sayap, tak jarang pula sebagai winger. Untuk tugas keduanya itu ia menyumbang satu assist.

"Yang pasti dia [Asnawi Mangkualam] pemain yang berpotensi. Jika dia benar menjadi winger, dia harus lebih berani," ujar Cho kepada Sports-G pada 19 Januari 2022.

"Jika timingnya lebih cepat dari sekarang, dia bisa jadi pemain yang bersaing di K-League 2. Jadi dia harus lebih cepat timingnya. Jika bisa, saya berekspektasi dia menjadi pemain yang lebih baik."

Masalahnya Timnas Indonesia punya banyak winger. Dua di antaranya adalah Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman. Selain itu ada winger cepat seperti Terens Puhiri, Yabes Roni, juga Irfan Jaya.

Dengan performa yang ditampilkan Asnawi ketika berseragam Merah Putih, Shin Tae Yong kemungkinan bakal tetap memainkannya sebagai bek sayap. Karakternya yang kuat saat bertahan tak bisa diabaikan. Meski demikian segala kemungkinan bisa terjadi. Bukan tidak mungkin transformasi yang ditawarkan Cho malah menjadi jalan lain kesuksesan Asnawi secara pribadi dan untuk Timnas Indonesia.

Satu yang pasti, Asnawi bukan kali ini saja main di posisi yang ditekuninya. Sejak belia Asnawi sudah beberapa kali berganti posisi bermain, tetapi tetap bisa menembus Timnas Indonesia di berbagai kategori usia.

Bahar Muharram, yang merupakan mantan pesepakbola nasional, menempa anaknya, Asnawi Mangkualam Bahar, sebagai gelandang bertahan. Naluri Bahar tak sia-sia, Asnawi masuk skuad Timnas Indonesia U-16 di usia 14. 

Dalam asuhan Eduard Tjong ini Asnawi tampil sebagai gelandang bertahan. Sayang, kali ini pencapaian Garuda Muda tak moncer. Timnas U-19 asuhan Tjong tak bisa menembus babak grup.

Setahun berikutnya, 2017, Asnawi dipanggil Indra Sjafri untuk Timnas U-19. Setelah lolos seleksi, pencetak gol termuda Indonesia Soccer Championship 2016 direposisi jadi bek sayap kanan.

Tak hanya reposisi dari Indra ini malah membuat penampilan Asnawi makin melambung. Buktinya Asnawi debut bersama Timnas Indonesia pada 21 Maret 2017, dalam usia 17 tahun 141 hari.Asnawi lantas tak tergantikan saat menjuarai Piala AFF U-22 2019. Dalam ajang ini Indra rutin melakukan rotasi pemain, tetapi tidak dengan Asnawi. Ia main penuh dalam lima laga.

"Pemindahan posisi yang saya lakukan dari midfielder ke wing back atau full back sangat manfaat sekali. Asnawi jauh lebih berkembang dari posisi sebelumnya," kata Indra pada 30 Maret 2021.

Saat Shin Tae Yong dipinang PSSI pada 2019, Asnawi tampil impresif saat seleksi di 2020. Shin menyarankan Asnawi berkarier di Korea Selatan dan diterima. Ansan Greeners resmi meminangnya pada 28 Maret 2021. Pemain muda terbaik Piala Presiden 2019 ini pun tampil impresif di Piala AFF 2020 (2021). Ia bisa menjadi motor Timnas Indonesia yang diremehkan, melaju ke partai final walau akhirnya gagal juara.