Anies Ancam Sanksi Bagi Tempat yang Tidak Menerapkan PeduliLindungi Jelang Nataru

Bagi pelaku usaha nakal yang tidak menerapkan PeduliLindungi, Anies ancam akan sanksi tempat usaha tersebut

Anies Ancam Sanksi Bagi Tempat yang Tidak Menerapkan PeduliLindungi Jelang Nataru
Seorang ASN Pemerintah Kota Mataram memindai QR Code dengan aplikasi PeduliLindungi saat memasuki kantor Walikota Mataram di Mataram, NTB, Selasa (2/11/2021). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

Cahaya.co - Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta meminta masyarakat untuk tidak masuk ke tempat yang tidak mensyaratkan pengunjung scan barcode aplikasi PeduliLindungi.

Anies menegaskan bahwa terdapat ancaman sanksi terhadap tempat yang tidak menggunakan aplikasi itu untuk mencegah penularan Covid-19.

Diketahui, ia menyampaikan himbauan tersebut agar dapat mengantisipasi penularan virus corona (Covid-19) ketika momen Natal dan Tahun Baru 2022.

Dalam pernyataan resminya di Polda Metro Jaya pada hari Kamis (23/12/2021) kemarin, Anies menjelaskan bahwa sebuah tempat yang disitu tidak menggunakan aplikasi PeduliLindungi, maka tempat itu sesungguhnya sangat berisiko. Anies pun menghimbau masyarakat untuk tidak masuk tempat tersebut.

Selain itu, Anies juga berharap masyarakat pun tak sungkan untuk melapor apabila menemukan tempat yang tidak menyediakan scan barcode aplikasi PeduliLindungi.

Kemudian ia pun menegaskan bahwa pihak-pihak yang tidak menerapkan aplikasi PeduliLindungi ini dapat diberikan sanksi.

"Laporkan bila anda melihat penyelenggara yang tidak memiliki fasilitas PeduliLindungi laporkan, sehingga kita bisa memberikan peringatan dan bila tidak melaksanakan bisa diberikan sanksi," kata Anies.

Anies pun lalu mengajak semua masyarakat Jakarta agar dapat turut bertanggung jawab guna mencegah terjadinya penularan virus corona (Covid-19) ketika momen Natal dan Tahun Baru 2022 tiba.

Terlebih saat ini virus Covid-19 varian Omicron yang dinyatakan lebih cepat menyebar telah masuk atau terdeteksi di Indonesia. Sebagai informasi, saat ini telah terdapat 8 kasus Omicron yang terkonfirmasi di tanah air.

Terakhir, Anies pun menyampaikan bahwa kepada seluruh aparat ia yakin pihaknya akan terus kompak di Jakarta ini, pihaknya bersama-sama dengan Polda, Kodam, serta Pemda akan berjalan bersama untuk bersama-sama mengawasi dan sama-sama menegakkan peraturan.