Aksi Demo Pemuda Pancasila Berakhir Ricuh Hingga Terjadi Pengeroyokan Aparat

Aksi Demo Pemuda Pancasila berujung ricuh, hingga terjadi pengeroyokan Aparat kepolisian, Demo tersebut menuntut Junimart Girsang untuk meminta maaf.

Aksi Demo Pemuda Pancasila Berakhir Ricuh Hingga Terjadi Pengeroyokan Aparat
Suasana demonstrasi Pemuda Pancasila yang menuntut Junimart Girsang untuk meminta maaf

Cahaya.co - Aksi demo yang digelar oleh Ormas Pemuda Pancasila (PP), pada Kamis (25/11) di depan Gedung DPR RI berakhir ricuh. Demo yang menuntut politikus PDIP Junimart Girsang untuk meminta maaf. Diketahui, beberapa waktu lalu Junimart membuat pernyataan dengan menyebut ormas berseragam loreng kerap terlibat bentrok.

Dalam aksi demo tersebut sempat beberapa kali suasana memanas. Massa sempat memukul dan menggoyangkan pintu gerbang DPR, mereka memaksa untuk masuk ke dalam kompleks parlemen. Massa aksi yang juga sempat memblokade jalan di depan Gedung DPR sehingga membuat arus lalu lintas macet. Tak hanya itu, beberapa massa juga sempat menyerang dan menaiki salah satu mobil yang sedang melewati ruas jalan tersebut. Mereka menaiki mobil pickup, sampai akhirnya salah satu massa yang lain menenangkan.

Hingga akhirnya aparat kepolisian membubarkan massa PP. Pembubaran paksa dilakukan usai pihak kepolisian mendapatkan laporan terkait anggotanya yang dipukuli oleh Pemuda Pancasila. Bahkan, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo sempat terjun ke tengah massa aksi untuk memprotes dugaan pemukulan terhadap anggotanya tersebut.

Anggota yang terluka pada aksi demo tersebut adalah Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali. Ia mendapat luka di kepala dan harus mendapatkan perawatan di RS Kramat Jati.

Saat itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi juga langsung memerintahkan pendemo untuk segera membubarkan diri karena situasi sudah mulai tidak kondusif. Bahkan, dalam kesempatan tersebut juga, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran juga ikut terjun langsung dan membubarkan massa PP.

Hingga buntut dari pembubaran aksi tersebut, sebanyak 21 anggota PPP ditangkap dan satu diantaranya adalah pelaku pemukulan terhadap anggota polisi. Dari jumlah tersebut, 15 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka dikenakan UU Darurat Nomor 1 Tahun 1951 karena kedapatan membawa senjata tajam (Sajam).

Diketahui, dalam penangkapan tersebut pihak kepolisian menyita berbagai jenis sajam dari massa pendemo yakni pisau, sangkur, badik, dan sebagainya.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyampaikan bahwa sajam yang disita oleh kepolisian memang dibawa oleh massa dari rumah. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami apakah membawa sajam tersebut merupakan suruhan orang lain atau memang atas inisiatif perorangan.