Akibat Penutupan Pabrik Semen, Swedia Beresiko Merugi 33,9 Triliun

Swedia beresiko merugi senilai 33,9 Triliun akibat penutupan pabrik semen terbesarnya

Akibat Penutupan Pabrik Semen, Swedia Beresiko Merugi 33,9 Triliun
Gambar dilansir dari : kompas

Cahaya.co - Saat ini, Swedia sedang menghadapi dampak ekonomi yang sangat serius akibat peraturan  lingkungan yang mengancam keberadaan pabrik semen di negara tersebut. 

Salah satu Aliansi Badan Konstruksi Swedia yaitu Byggföretagen menilai bahwa penutupan pabrik semen terbesar di Swedia karena alasan lingkungan dapat menyebabkan empat ratus ribu orang kehilangan pekerjaan serta menghapus pertumbuhan PDB negara.

Terdapat tiga perempat pekerjaan proyek pembangunan rumah dan sektor konstruksi yang bisa terhenti sehingga menyebabkan kerugian sebesar Rp 33,4 triliun per bulannya.

Catharina Elmsäter-Svärd selaku CEO Byggföretagen mengatakan bahwa saat ini, Swedia menghadapi penghentian konstruksi yang ekstensif. Terdapat tiga dari empat rumah baru yang tidak akan dapat memulai konstruksi pada November 2021.

Byggföretagen telah mengetahui dampak yang akan terjadi usai dikeluarkannya keputusan Mahkamah Agung Swedia dan Pengadilan Lingkungan pada pekan lalu untuk menolak izin pertambangan baru untuk pabrik semen Cementa di Slite, Gotland Swedia. 

Diketahui, Cementa menjadi satu-satunya produsen semen di Swedia. Cementa juga memiliki pabrik semen kedua yang lebih kecil di selatan negara itu.

Chatarina menjelaskan bahwa Pengadilan Lingkungan menjelaskan alasan penolakan tersebut karena khawatir atas penilaian dampak lingkungan pabrik, terutama yang berkaitan dengan dampak terhadap air tanah.

Kemudian ia juga melanjutkan bahwa Greenpeace juga menuduh pabrik tersebut menggunakan tungku pembakarannya untuk membakar limbah beracun tanpa izin.

Chatarina mengatakan bahwa sektor konstruksi telah berkontribusi sebanyak 11 persen terhadap Produk Domestik Bruto Swedia.

Diketahui, Industri sektor kontruksi telah menyumbang sekitar Rp 66,9 triliun  pendapatan pajak untuk perawatan kesehatan, sekolah dan perawatan. Karena adanya penghentian konstruksi tersebut maka akan sangat beresiko menggusur seluruh pertumbuhan PDB di tahun 2022.

Karena adanya keputusan tersebut, pada 31 oktober 2021 nanti pabrik semen tersebut akan berhenti menambang batu kapur di tambang terdekat.

Catharina berkata bahwa Byggföretagen telah menuntut pertemuan mendesak dengan pemerintah untuk membahas mengenai keputusan itu. 

Pabrik Cementa Slite nantinya akan dikonversi  menjadi pabrik netral karbon eksperimental pada tahun 2030. Diketahui, semen menghasilkan delapan persen emisi global dan produksi semen di Swedia  bertanggung jawab atas sekitar delapan persen emisi karbon global. 

Emisi karbon global disebabkan karena cara dalam mengolah batu kapur yang menjadi bahan utama dalam semen. Didalam proses tersebut batu kapur dihancurkan dan juga dibakar untuk mengekstrak kalsium yang merupakan bahan pengikat yang digunakan dalam semen.

Proses itulah yang mengakibatkan terlepasnya karbon ke atmosfer. Terdapat banyak perusahaan yang sedang menyelidiki bagaimana cara memproduksi beton yang bebas emisi termasuk Carbicrete yang telah mengembangkan cara menggunakan terak industri sebagai pengganti semen sebagai bahan pengikat.