118 Ribu kg Besi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dicuri, KCIC Buka Suara

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) angkat suara mengenai pencurian besi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, sebanyak 18 ribu kg besi dicuri terungkap pada 30 Oktober 2021.

118 Ribu kg Besi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dicuri, KCIC Buka Suara
Ilustrasi besi kereta cepat dicuri. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Cahaya.co - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) angkat suara mengenai pencurian besi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di lokasi proyek DK0+600 Halim, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. Besi proyek yang Kereta Cepat Jakarta-Bandung dicuri 118 ribu kg yang terungkap pada 30 Oktober 2021.

Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya menjelaskan untuk konstruksi utama proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih aman meskipun telah terjadi pencurian sebanyak 118 ribu kg besi. Hal tersebut dikarenakan besi yang dicuri merupakan kebutuhan temporary support bukan konstruksi utama lintasan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Pencurian besi-besi temporary support proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dilakukan oleh para pelaku pada dini hari dengan membobol pagar pembatas di kawasan konstruksi.

“Konstruksi utama KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) aman. Besi-besi yang dicuri adalah besi untuk keperluan temporary support seperti H-beam, scaffolding, dan sebagainya. Bukan besi tulangan yang dipakai pada konstruksi lintasan atau stasiun,” ujar Mirza dalam keterangan resminya, Kamis (11/11/2021)

Setelah terjadi pencurian tersebut, pihak dari KCIC sudah meningkatkan keamanan di seluruh area. Dibantu kerjasama dengan pihak kepolisian dan juga tokoh masyarakat setempat. Selain itu, Mirza menekankan bahwa pihaknya juga sudah menambah jumlah cctv, terutama pada lokasi yang rawan pencurian.

Tak hanya itu, pihak KCIC juga meninggikan dan memperkuat pagar pembatas agar tidak mudah dijebol. Serta peningkatan mobilisasi sumber daya untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan berkala terhadap material dan peralatan bantu.

“Seluruh pihak proyek KCJB terus meningkatkan pengamanan yang maksimal atas aset-aset di proyek KCJB, terutama di titik rawan sehingga kejadian serupa tidak terulang. Kami juga bekerjasama dengan pihak kepolisian dan tokoh masyarakat setempat,” jelas Mirza.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan menyampaikan bahwa pihak kepolisian dari Polsek Makasar Jakarta Timur telah berhasil menangkap lima dari Sembilan pelaku pencurian setelah dilakukan pengintaian secara berkala.

Dari penangkapan tersebut, pihak kepolisian sudah mengamankan sejumlah barang bukti seperti H-beam 6 meter sebanyak 7 pcs serta mobil pick-up yang digunakan pelaku untuk membawa besi curian. Namun hingga kini, masih terdapat 4 pelaku yang berstatus DPO.

Terkait dengan keterlibatan orang dalam, Mirza menjelaskan hingga saat ini belum mendapat indikasi atas hal tersebut. Ia mengatakan pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan mendukung upaya penangkapan terhadap pelaku pencurian sampai tuntas.

“Kami belum mendapat indikasi adanya keterlibatan orang dalam dan hal ini menjadi wewenang pihak kepolisian. Kami juga akan memberikan dukungan penuh bagai kepolisian untuk mengungkap semua pelaku,” jelas Mirza.

Mirza juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak kepolisian atas keberhasilannya menangkap pelaku pencurian aset Kereta Cepat Jakarta-Bandung.