Tempati Kesenjangan Gender Terbesar di dunia, Begini Potret Perayaan International Women's day di Pakistan

Perayaan hari perempuan sedunia berlangsung tiap tahun, Pakistan menjadi negara yang terus berjuang untuk menghempaskan kesenjangan gender

Tempati Kesenjangan Gender Terbesar di dunia, Begini Potret Perayaan International Women's day di Pakistan
Ilustrasi Pawai International Women's Day Pakistan, Gambar dilansir dari : OINN

Banten - Pemandangan kerumunan orang yang turun kejalan rasanya sudah biasa di pakistan, Khususnya pada peringatan International Women’s Day. 

Hal hal yang yang tidak lumrah acap kali ada pada pawai ini, seperti di masa lalu plakat yang bertuliskan seperti “Cerai dan hidup bahagia”, “Tubuh saya, Pilihan saya” yang sempat mengundang banyak kemarahan dan pelarangan pawai tersebut yang berlangsung tahun lalu. Aksi tersebut dinilai acap kali tidak mewakilkan budaya dan agama yang ada di pakistan.

Para kritikus menuduh pawai tersebut bagian dari promosi vulgaritas barat dan nilai-nilai anti-Islam.

Sempat dibawa kepengadilan, namun aksi pawai tahun lalu tetap digelar karena keputusan Pengadilan Tinggi Islamabad (IHC) menolak petisi yang meminta pelarangan pawai dilaksanakan, ketua mahkamah hanya menghimbau kepada penyelenggara pawai untuk tetap memperhatikan perilaku yang sesuai dengan norma kesusilaan.

Sebagai informasi, The World Economic Forum (Forum Ekonomi Dunia) memperkirakan negara Pakistan merupakan negara yang memiliki kesenjangan gender terbesar di dunia, Pakistan masuk di urutan 151 dari 153 dalam indeks kesetaraan tahunan. Hal ini tentu menjadi polemik dinegara tersebut. 

Pawai tahun ini di Ibu kota Punjab, Lahore, akan membawa “Manisfesto Feminis untuk perawatan kesehatan” dengan tuntutan setebal 35 halaman 

Selain mempermasalahkan akses universal terhadap kontrasepsi dan tuntutan pembukaan investasi secara besar untuk membantu korban kekerasan, isi dokumen tersebut juga mencakup tuntutan untuk meningkatkan anggaran kesehatan dari satu persen menjadi lima persen dari PDB. 

Ilustrasi Pawai di Pakistan, Gambar dilansir dari : Reuters 

Selain itu, acara tersebut akan berfokus pada kekerasan terhadap perempuan yang acap kali terjadi di negara tersebut, seperti kejadian brutal dimana pemerkosaan terjadi di Jalan Raya Lahore pada tahun 2020, yang menyebabkan protes nasional dan menghasilkan aturan untuk mengebiri pemerkosa secara kimiawi. 

Memang permasalahan soal perempuan begitu besar di negara tersebut, pelecehan, kesetaraan, pemerkosaan dan masih banyak lagi hal-hal yang menyebabkan negara tersebut masuk di urutan 151 dari 153 peringkat kesenjangan gender. 

Semoga dengan adanya aksi ini akan membuat berbagai perubahan seperti peraturan dan kebijakan yang lebih mendukung bagi wanita dan melindungi perempuan.