Soal Warga Slawi Diciduk Polisi, Gibran: Saya Tak Lapor

Penangkapan warga slawi karena komentar di Instagram membuat ramai media sosial, Gibran pastikan dirinya tak lapor dan telah memaafkan

Soal Warga Slawi Diciduk Polisi, Gibran: Saya Tak Lapor
Gambar dilansir dari : kompasiana

Cahaya.co - Ramai kabar warga Slawi diciduk polisi karena komentarnya di media sosial. Kabar ini pun ditanggapi langsung oleh Gibran Rakabuming Raka yang menyatakan tak melaporkan hal tersebut.

Gibran sebagai wali kota Solo, menyatakan tak mempersoalkan warga Slawi, Tegal yang mengomentari mengenai jabatannya. Peristiwa ini terjadi karena polisi virtual menganggap komentar tersebut telah memperolok putra sulung dari Presiden Jokowi ini.

Gibran mengaku dan menegaskan dirinya tak pernah melaporkan inisial AM ke polisi. Bahkan, dirinya sudah biasa mendapatkan olok-olokan tersebut di media sosial.

“Saya kan dari dulu sering di-bully, dihina. Saya kan enggak pernah melaporkan satu pun. Sekalipun,” katanya.

Tidak mempersoalkan peristiwa tersebut menjadi hal yang serius. Gibran menganggap biasa kasus penjemputan AM dari Slawi ke Polresta Surakarta. Dirinya mengaku sudah memaafkan apa yang sudah dilakukan AM kepada dirinya.

“Kan oranganya juga nggak dikenai pidana apa-apa, diedukasi saja,” kata Gibran.

Dirinya juga mengaku tak memiliki rencana untuk menemui AM secara langsung. Cukup dengan memaafkan siapapun yang telah melakukan tindakan tersebut. Semua sudah dimaafkan, kata Gibran.

Dilain sisi, Gibran juga menegaskan bahwa sejak awal sudah membuka kritik dari siapapun termasuk warganet. Namun, dirinya meminta untuk lebih bijak dalam berinteraksi saat berada di dunia maya.

Mulai dari apapun bentuk media sosial seperti Instagram, facebook, komentar positif bahkan kritikan akan diterima. Gibran mengaku terbuka dan santai, namun harus tetap berhati-hati.

Gambar dilansir dari : today.line.me

Jika melihat kasusnya lagi, diketahui bahwa AM menyebut Gibran tak mengerti sepak bola dan menjabat sebagai Wali Kota Solo karena pemberian Jokowi. Komentar ini ditulis AM pada media sosial saat meminta Gibran untuk menggelar Semifinal dan Final Piala Menpora digelar di Kota Solo.

Penjemputan yang dilakukan Petugas Polresta Solo terkait unggahan dari Slawi. Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memaparkan tidak menahan dan memperkarakan lebih lanjut. Pasalnya pihak AM bersedia untuk menghapus unggahan dan meminta maaf.

Permintaan maaf ini pun langsung di-upload secara resmi melalui Instagram Polresta Surakarta.

“Komentar tersebut sangat mencederai KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan seluruh masyarakat Kota Solo yang telah menyelenggarakan Pilkada langsung sesuai UUD 1945,” kata Ade Safri.

Pihak Polresta pun mengatakan sudah melakukan konsultasi dengan ahli pidana, ahli Bahasa dan juga ahli IT sebelum AM diciduk. Bahkan pihak polisi juga telah menghubungi langsung AM melalui DM di Instagram.

Tentu saja ini menjadi langkah-langkah persuasif yang selalu dikedepankan pihak polisi.

Penangkapan ini pun dilakukan hanya untuk meminta klarifikasi dari pihak AM. Selanjutnya dirinya meminta untuk menghapus komentar tersebut dan meminta maaf pada pihak Gibran.

Sehingga saat ini kasus penangkapan AM pun telah selesai, telah saling memaafkan dan legowo.

(Editor : Hendra Napitupulu / Writer : Roiyhan Adinegara).