Sedang Heboh Penemuan Gunung Emas di Kongo

Penemuan gunung emas di Kongo bikin gempar seantero negeri, ajang penghasilan dimasa pandemi !

Sedang Heboh Penemuan Gunung Emas di Kongo
Gambar dilansir dari : medcom.id jateng.tribunnews.com

Cahaya.co - Sedang heboh penemuan gunung emas di Kongo. Penemuan ini tentu saja menarik perhatian dunia. Tepatnya disebuah desa di Provinsi Kivu Selatan, Kongo. Bak menemukan harta karun berupa gunung emas. 

Jelas saja, dengan penemuan ini banyak orang yang langsung berbondong ke daerah tersebut. Tak heran lah saat musim pandemi ini emas menjadi hal yang dicari. Walaupun tidak pandemi pun, bakal banyak yang mencarinya. Sehingga demam emas ini membuat pihak berwenang mengeluarkan larangan untuk penambangan. 

Menteri Pertambangan Kivu Selatan, Venant Burume pun membenarkan adanya penemuan biji emas tersebut. tepatnya di Luhihi pada akhir bulan Februari. Dengan penemuan tersebut banyak penambang yang datang ke lokasi tersebut. 

Memang, jika dilihat lagi penambangan dengan sistem subsistem sudah biasa dilakukan di Republik Demokratik Kongo. Atau mengekstrasi mineral dengan alat yang belum sempurna. Peralatan yang digunakan pun masih sederhana, dan itu sangat lazim disana. 

Perlu diketahui juga jika penambangan emas “artisanal” sudah tersebar luas di bagian timur dan timur laut negara penghasil emas ini. Sehingga bukan menjadi masalah lagi bagi para penambang untuk mencari emas yang telah ditemukan. 

Saat ini, aktivitas penambangan yang ada diwilayah tersebut akhirnya sudah dihentikan untuk sementara. Pengawasan yang cukup ketat pun sudah dilaksanakan di daerah penambangan. Sehingga tidak ada lagi penambang yang bisa mencari emas. 

Gambar dilansir dari :  jateng.tribunnews.com

Pengawasan tersebut dilakukan berdasarkan perintah mulai Senin (8/3). Yang menyatakan bahwa penambang, pedagang, dan anggota bersenjata Kongo (FARDC) diminta untuk meninggalkan lokasi tambang. 

Semua kegiatan yang ada di sekitar Luhihi akan ditangguhkan hingga pemberitahuan selanjutnya dari pihak berwenang. 

“Kehadiran FARDC di lokasi tambang dapat berkontribusi menimbulkan kekacauan di Luhihi,” kata pemerintah setempat. 

Langkah yang dilakukan pemerintah ini bisa dinilai tepat sih, namun apakah itu terbaik untuk dilaksanakan? Pastinya hal tersebut menjadi pro dan kontra di daerah penghasil emas tersebut. Namun jika berdasarkan kewaspadaan yang akan terjadi, maka hal tersebut memang harus terjadi. Sehingga tidak menimbulkan kekacauan yang tak diharapkan. 

Menurut Muhigirwa, penghentian ini dilakukan oleh pihak berwenang agar mampu mengindentifikasi penambang. Indentifikasi ini guna memastikan jika penambang sudah terdaftar sesuai administrasi pertambangan artisanal. 

Jadi, sebenarnya penambangan emas atau hasil bumi itu memiliki ijin sendiri. Pasalnya hasil bumi ini adalah milik negara, sehingga harus ada pajak yang masuk ke negara pula. Penambangan pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena bisa merusak sumber daya alam yang sudah ada. 

Cukup mengejutkan penemuan tersebut, hingga mengemparkan dunia. Penemuan gunung emas ini bagai menemukan durian di siang bolong ya, seperti dimasa pandemi ini

(Editor : Hendra Napitupulu / Writer : Roiyhan Adinegara).