Perpres "Peluang Investasi Miras" yang Ramai Dibicarakan

Kabar yang cukup mengerutkan dahi sebagian kalangan muncul dari ranah investasi, dikabarkan perpres ini akan membuka peluang Investasi Miras!

Perpres "Peluang Investasi Miras" yang Ramai Dibicarakan
Ilustrasi Minuman Keras, Gambar dilansir dari : jpnn.com

Banten - Sudah mendengar kabar tentang Perpres Nomor 10 tahun 2021? Nah Perpres ini mengenai Bidang Usaha Penanaman Modal yang diatur dan terlaksana di UU Cipta Kerja. Tentu saja peraturan ini akan membuka peluang investasi industry minuman keras.

Jika akan membahas lebih detail maka kita akan membuka Pasal 3 ayat (1) huruf C dalam Perpres tersebut. Sebagaimana Bidang Usaha yang terbuka di pasal 2 ayat (1) yaitu terdiri atas, c. Bidang Usaha dengan persyaratan tertentu.

Lebih dalam lagi biar lebih jelas, bahwa dalam lampiran Perpres tersebut ada 46 bidang usaha yang masuk kategori. Beberapa diantaranya adalah, Industri Minuman Keras Mengandung Alkohol : Anggur, dan juga Industri Minuman Mengandung Malt.

Masing-masing lampiran dengan nomor 31, 32 dan 33 ini sudah ditandatangani Jokowi pada tanggal 21 Februari 2021. Dengan syarat, investasi ini hanya dapat di lakukan di 4 provinsi. Yaitu di Bali, NTT, Papua dan juga Sulawesi Timur.

Walaupun demikian tak berarti jika hanya 4 provinsi ini saja yang bisa menjalankan investasi tersebut. Pasalnya ada bagian yang menyatakan bahwa “Penanaman modal di luar huruf a dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan usulan gubernur.”. Jadi daerah lain pun dapat membuka jalur investasi lewat bidang industri ini

Ilustrasi Minuman Keras, Gambar dilansir dari : news.detik.com

Dilain sisi, menurut BKPM Bahlil Lahadalia jika bidang usaha yang terbuka pada Perpres ini jauh lebih sedikit. Hanya ada 46 bidang usaha, sementara pada peraturan sebelumnya ada 350 bidang usaha.

“Kita dorong jadi 46 bidang usaha. Dengan tujuan supaya mereka lebih bersaing, berkompetisi. Kita enggak bisa lagi hanya bekerja pada ruang kecil. Sudah tentu kita memikirkan kaidah kerja sama baik investasi asing dengan dalam negeri, baik itu investasi besar bergandengan dengan yang kecil.” Kata Bahlil.

Dengan adanya peraturan ini banyak sekali tokoh besar yang mulai berdialog. Seperti MUI, yang mengungkapkan kekecewaan. Namun apakah kebijakan ini tidak menjadi sebuah Kebhinekaan? Toh investasi ini juga dilakukan di daerah yang memang mayoritas beragama selain Islam.

Lalu apakabar para mahasiswa yang dulu dengan gencar menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja setelah mendengat kabar ini? Apakah justru akan balik mendukung dari Perpres tersebut ?.

Tapi jika dilihat kembali, untuk saat ini sebenarnya peredaran usaha pembuatan minuman keras sudah cukup banyak. Ya Walaupun belum tentu memiliki ijin secara khusus !.

Toh masih banyak juga kan yang mematuhi nasehat “Orang Tua” hingga saat ini. Jadi bukan menjadi hal yang harus dibesar-besarkan, karena sudah lama berlangsung. 

Jadi, kamu bagian mana? mendukung atau menolak?