Meski Kalah, Dewa Kipas Dapat Rp. 100 Juta Dari Deddy Corbuzier

Pertandingan catur yang dihelat secara live pada 22 Maret pukul 15:00 ini jadi bahan perbincangan. Pasalnya kedua pemain dapat hadiah yang jumlahnya fantastis

Meski Kalah, Dewa Kipas Dapat Rp. 100 Juta Dari Deddy Corbuzier
Gambar dilansir dari : Youtube/Deddy Corbuzier

Cahaya.co - Pertandingan hiburan yang mempertemukan Dadang Subur alias Dewa Kipas dengan Grand Master (GM) Irene Kharisma Sukandar, menghasilkan kemenangan telak 3-0 untuk sang Grandmaster. 

Meski begitu, Dewa Kipas tetap membawa pulang uang sebesar Rp. 100 Juta dari Deddy Corbuzier. 

Pertandingan yang digelar secara Live Streaming lewat akun youtube Deddy Corbuzier ini cukup ramai jadi sorotan. Pasalnya selama masa pandemi, sulit sekali menyaksikan pertandingan catur dilakukan secara langsung. 

Apalagi kita tahu, Akun milik Deddy Cahyadi atau biasa dipanggil Corbuzier ini punya Subscriber sebanyak 13.8 juta.

Pertandingan ini juga langsung di komentari Grand Master Susanto Megantoro dan Women International Master Chelsie Monica. Keduanya langsung memberikan penilaian di akhir.

Sempat iseng, Deddy Corbuzier menanyakan, "Levelnya kira-kira, RT, RW? Atau di atas itu?"

Dijawab dengan tertawa "Gak lah (RT/RW). Di atas itu," kata Chelsie. 

Gambar dilansir dari : Youtube/Deddy Corbuzier

Menurut Chelsie juga Susanto, Pak Dadang atau Dewa Kipas memang bisa main catur, hal ini dibuktikan Dewa Kipas ketika permainan. Ia tak terkecoh di awal permainan, meskipun di pertengahan ia banyak kesalahan fatal yang membuat dirinya kalah.

Pertandingan tersebut memang jadi hiburan, pasalnya permainan ini dilakukan dengan sportif. Apalagi sang Women Grandmaster Irene Kharisma juga tak punya masalah dengan Dewa Kipas.

Deddy Corbuzier bahkan memberikan total hadiah Rp. 300 Juta untuk pertandingan ini, Betul-betul menarik ya.

Sempat terdengar isu pertandingan ini cuma jadi bahan panjat sosial, nah kalo menurut kamu siapa yang panjat sosial di pertandingan live ini ?

(Editor : Hendra Napitupulu / Writer : Roiyhan Adinegara)