Menko Pulhukam: Korupsi Menjadi Masalah Terberat Indonesia

Bagaikan sarapan dipagi hari, rasanya hari-hari tampak kurang bila tak ada berita korupsi dinegeri ini. Bukan karena berita kasus yang berkurang, tapi malah makin banyak!

Menko Pulhukam: Korupsi Menjadi Masalah Terberat Indonesia
Gambar dikutip dari : Kumparan

Siapa yang tidak segan dengan para koruptor. Dari dulu, sekarang dan mungkin saja masa depan korupsi di Indonesia akan menjadi masalah besar. Sebagai kejahatan yang tidak manusiawi dan hina tentu saja akan berdampak buruk untuk seluruh rakyat Indonesia.

Mahfud MD sebagai Menko Pulhukam menyatakan bahwa korupsi menjadi masalah terberat Indonesia saat ini. Bahkan menurutnya, kejahatan ini sudah masuk ke berbagai sector.

“Kalau negeri sekarang ini berat juga sih, berbagai sector banyak korupsi dan ngadunya ke Kemenko Pulhukam,” ujar Pak Mahfud.

Apa sih yang akan dibanggakan di Indonesia selain kekayaan, tapi hampir disemua kekayaan akan terdapat tikus yang lapar.

Bayangkan saja, korupsi di Indonesia semakin banyak dan laporan kasus semakin menumpuk di Kemenko Polhukam. Mesti laporan tersebut merupakan kewenangan kementerian lain juga, kata Mahfud.

“Misalnya urusan pertanahan, itu kan bukan urusan Kemenko Polhukam, tapi kalau sudah nyangkut hukum ya kesini, sehingga saya undang Menteri Pertanahan (Menteri ATR),” ucapnya.

Masih banyak lagi kasus yang dibicarakan, seperti laporan adanya korupsi di BUMN. Semua akan bermuara ke kementerian Polhukam. Jadi menurutnya hal tersebut adalah sebuah koordinasi untuk menangkal korupsi.

 

Gambar dilansir dari : detiknews

Sempat juga pada Rabu (24/2) Mahfud MD mengelar pertemuan dengan Transparancy International Indonesia (TII). Dalam pertemuan tersebut, bapak Menteri membahas mengenai IPK. IPK kali ini adalah Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2020 yang jeblok.

Penting untuk dicatat bahwa IPK Indonesia pada 2020 ada diperingkat 102 dari 180 negara, yang memiliki skor 37. Tentu saja hal tersebut turun jauh disbanding 2019 yang ada di peringkat 85.

Meminta masukan dari TII mengenai strategi untuk remidi IPK Indonesia kedepan menjadi langkah bapak Menteri. Sehingga bisa mendapatkan IPK yang baik. Siapa tau bisa cumlaude kan, hehe.

“Saya terimakasih kepada TII yang sudang mem-briefing saya dengan begitu jelas mengenai strategi situasi yang sebenarnya kita hadapi,” ucap Mahfud.

Dilain sisi, Sekjen TII atau Bapak Danang Widoyoko mengapresiasi keterbukaan Mahfud mau mendengar banyak masukan untuk memberantas korupsi. Tentu saja di Indonesia tercinta ini.

Hal yang dilakukan Menteri Polhukam ini tentu saja menjadi hal yang positif untuk pemerintah. Demi mengubah rapor buruk Indonesia mengenai pemberantasan korupsi.

“Pak Mahfud sangat terbuka, positif, artinya ini menjadi signal penting bahwa pemerintah juga sangat terbuka dan mau mendengar. Tentu kamu yang harus kerja keras untuk meresponnya,” ucap Danang.

Nantinya Danang cs akan menyusun rekomendari mengenai operasional terkait kewenangan dan kebijakan Kemenko Pulhukam untuk memberantas korupsi yang ada di Indonesia.

Kalau menurut para kawula muda apa sih yang harus dilakukan dalam pemberantasan korupsi? Tentu karena nasib bangsa Indonesia akan ada ditangan kita semua.