Korban Ledakan di Guinea Ekuatorial Bertambah Jadi 31 Orang Meninggal

Ledakan terjadi di Guinea Ekuatorial, 31 orang meninggal. Spanyol kirimkan bantuan!

Korban Ledakan di Guinea Ekuatorial Bertambah Jadi 31 Orang Meninggal
Ilustrasi Ledakan, Gambar dilansir dari : liputan6.com

Banten -Tercatat hari ini (9/3) jumlah korban meninggal dalam kejadian ledakan di pangkalan militer Guinea Ekuatorial bertambah jadi 31 orang.

Penambahan korban meninggal ini membuat pemerintah setempat meminta bantuan ke negara lain, Guna mengirimkan tenaga dan peralatan evakuasi korban yang terus berlanjut.

Banyak tim penyelamat dikerahkan untuk mencari korban tewas. Kebanyakan korban masih tertimbun reruntuhan bangunan yang rusak akibat dari ledakan. Jika melihat tempat kejadian, maka banyak kantong mayat yang berjejer. Sebelum nantinya jenazah akan dibawa untuk indetifikasi.

Dilansir dari Reuters, Selasa (9/3) Kementerian Guinea Ekuatorial telah membentuk tim khusus untuk menanggapi peristiwa ini. Adanya tim yang terdiri dari ahli kejiwaan dan perawat diturunkan. Tentu saja untuk menangani korban yang terganggu mentalnya karena kejadia tersebut.

“Kerusakan bukan hanya terjadi secara fisik saja, namun juga mental,” pernyataan dari Kementerian Kesehatan Guinea Ekuatorial.

Dalam insiden ini ada sekitar 600 orang mengalami luka-luka. Sehingga memerlukan banyak penangganan korban secara cepat. Pemerintah pun langsung tanggap setelah insiden tersebut terjadi.

Insiden ini terjadi saat kebakaran di Pangkalan Militer Nkoantoma, kota pesisir, Bata. Lalu api merembet hingga mengakibatkan ledakan dinamit yang besar. Saking besarnya ledakan tersebut, banyak rumah dan bangunan di Bata hancur. Setidaknya kota tersebut dihuni oleh 250 ribu jiwa.

Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa kebakaran di Gudang senjata barak militer ini menjadi sebab ledakan amunisi kaliber tinggi. Lalu Presiden dari Guinea Ekuatorial juga menyatakan bahwa ledakan ini karena kelalaian dalam penanganan dinamit lalu ledakan besar terjadi, tepatnya pada pukul 4 sore waktu setempat.

Dilain sisi, seorang dokter cukup khawatir dengan kapasitas rumah sakit. Pasalnya untuk saat ini hampir semua kapasitas telah digunakan untuk menampung pasien Covid-19. Sehingga pusat olahraga yang dulunya untuk pasien covid-19 akan digunakan untuk menangani kasus korban ledakan ringan.

Atas kejadian ini, Menteri Luar Negeri Simeon Oyono Esono Angue telah bertemu dengan duta besar asing. Pertemuan ini bertujuan untuk meminta bantuan atas insiden dan krisis kesehatan yang terjadi. Dirinya menyebutkan bahwa sangat penting untuk meminta bantuan, karena situasi darurat kesehatan sedang terjadi.

Gambar Dilansir Dari : katakini.com

Krisis ini pun tidak hanya dikarenakan pandemi yang mendera, namun ada faktor lain.

Perlu diketahui bahwa Guinea Ekuatorial merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi. Industri inilah yang menjadi pemasukan besar untuk negara. Namun, 1,4 juta rakyatnya hidup miskin. Sehingga dengan adanya insiden ini tentu akan menambah banyak masalah.

Negara lain pun memberikan tanggapan. Pemerintah Spanyol telah menyatakan akan mengirim bantuan untuk proses evakuasi. Langkah yang dilakukan Spanyol ini tetu saja menjadi bantuan kemanusiaan yang akan sangat berguna. Sehingga akan sangat membantu mengurangi beban yang diterima.