Imam Darto: Pilih Podcast Dari Pada Radio

Imam Darto merasa podcast saat ini mengungguli radio, terlebih makin hari podcast semakin naik daun

Imam Darto: Pilih Podcast Dari Pada Radio
Gambar dilansir dari : kompas.com

Cahaya.co - Imam darto, artis juga mantan penyiar radio mengaku lebih memilih podcast dari pada radio. Pendapat ini disampaikan olehnya saat berbincang dengan Gofar Hilman di "Ngobrak", acara podcast milik Gofar Hilman. Dengan pandangan dimasa sekarang, pilihan podcast lebih tepat baginya

Bila kita lihat fenomena podcast, beberapa tahun belakangan ini cukup jadi trend untuk berbagai kalangan. Sehingga tidak heran bila seorang mantan penyiar radio memilih podcast dimasa sekarang

Imam Darto pun menyampaikan hal yang sama ketika ngobrol dengan Gofar Hilman. Pada podcast yang dibawakan oleh Gofar ini, dirinya blak-blakan mengenai kondisi radio saat ini.

Darto pun mengungkapkan juga radio saat ini sedang menghadapi banyak tantangan. Bahkan dirinya menyebutkan kalau radio sedang dalam “survive mode”.

“Kalau gue lihat ya memasuki 2021 cukup struggling, apalagi kalau lihat contoh diradio gue dulu nih. Memang lagi ada survival mode,” ungkap Darto.

Memang, dengan semakin mudahnya akses teknologi, makin hari radio mulai ditinggalkan. Terkadang kita mendengarkan radio hanya di momen-momen tertentu. Saat berkendara di mobil atau saat naik transportasi umum. Jadi jelas pasarnya pun sangat berkurang.

Gambar dilansir dari : merdeka.com

Berdeda dengan podcast, kian hari makin ramai, rasanya sudah seperti mendengarkan radio namun bisa diputar berulang-ulang.

Sehingga Darto pun mengungkapkan jika radio harus membuat gebrakan baru. Apalagi dengan adanya podcast tentu akan jadi tantangan baru bagi radio itu sendiri.

Dalam menghadapi tantangan ini tentu saja radio harus selalu memberikan hiburan untuk pendengarnya. Begitu pula yang diungkapkan Darto dalam wawancara bersama Gofar.

Bagi darto radio harus memberikan konten yang bagus dan tentu saja menghibur.

“Ya penting konten itu bagus, menghibur, that’s it. Audio bagus, menghibur ya sudah,” tambah Darto.

Jika melihat radio saat ini, bagi Darto ada beberapa hal yang kurang efektif. Sehingga peminat pendengar radio berkurang. Ini adalah hal yang wajar untuk tetap struggle dalam dunia yang semakin modern.

Dilain sisi, sebenarnya podcast pun tidak jauh berbeda dengan radio. Namun masalah konten yang menarik lah yang jadi kunci dalam memberikan hiburan pada masyarakat. Cara penyampaian, cara membawakan berita atau apapun hampir sama dengan radio.

Sehingga inilah tantangan baru untuk dunia radio yang masih ada hingga saat ini.

Walaupun begitu, Darto tetap merasa berhutang budi dengan dunia penyiaran radio. Pekerjaan inilah yang telah membesarkan namanya, lebih khusus Prambors FM.

Dirinya mengaku cinta dengan radio, karena telah menjadikannya seperti saat ini. Darto pun menyebutkan jika Prambors FM telah memberikan banyak pelajaran seperti public speaking dan menulis naskah, serta menjadi penyiar tentu saja.

Untuk saat ini dirinya senang membentuk dan akan mengelola podcast bersama Surya Insomnia, Angga Nggik dan juga Ananda Omesh. Menggunakan nama “Podkesmas” mereka akan meramaikan dunia podcast saat ini.

(Editor : Hendra Napitupulu / Writer : Roiyhan Adinegara).

(Editor : Hendra Napitupulu / Writer : Roiyhan Adinegara).