Hari Libur Imlek Pemerintah Anjurkan Tetap Tidak Bepergian, Wisatawan: Bepergian ke pantai sudah kewajiban

Libur Imlek telah usai, Perayaannya dinilai kondusif dan sesuai protokol Covid-19, Namun berbeda hal di Pantai Parangtritis, Jumlah pengunjung meningkat!

Hari Libur Imlek Pemerintah Anjurkan Tetap Tidak Bepergian, Wisatawan: Bepergian ke pantai sudah kewajiban
Ilustrasi Perayaan Imlek. Gambar di kutip dari : RRI

Banten - Perayaan Imlek Telah usai, perayaan yang jatuh di tanggal 12 Februari 2021 ini sudah menjadi perayaan wajib tiap tahunnya. Untuk kedua kalinya perayaan Tahun Baru Cina ini terdampak pandemi COVID-19

Warga-warga keturunan Cina memutuskan untuk tidak menggelar perayaan secara besar-besaran karena situasi pandemi yang masih buruk di sana. Sebagai alternatif, mereka memilih untuk merayakan Imlek secara jarak jauh atau virtual.

Dengan begitu, Warga Indonesia yang merayakan imlek harus mematuhi peraturan yang sudah diterapkan oleh pemerintah, Terbukti perayaan kemarin banyak warga yang memutuskan untuk tidak menggelar perayaan secara besar-besaran karena situasi pandemi yang masih buruk

Kebijakan ganjil-genap saat akhir pekan berhasil mengurangi pergerakan masyarakat, sehingga warga Jakarta yang ingin bepergian keluar kota harus berpikir dua kali. 

Wali Kota Bogor, Bima Arya selaku Politisi Gerindra ini menyebut dibandingkan dengan saat masa libur panjang sebelumnya seperti natal dan tahun baru, pergerakan masyarakat yang berpergian ke luar kota lebih sedikit. Hal ini disebutnya menjadi kabar positif dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Kita sepakat di masa liburan ini yang pergi ke luar kota tidak sebesar dengan liburan sebelumnya," ucapnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengapresiasi. Sebab perayaan Imlek tahun ini digelar dengan mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

"Saya juga berkunjung ke Wihara, mereka disiplin, bahkan secara umum malah tidak dibuka. Bahkan (umat) diimbau ibadah atau melakukan perayaan di rumah masing-masing," tuturnya.

Akan tetapi berbeda dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, Di masa liburan yang panjang ini banyak sekali masyarakat yang mempunyai rencana untuk liburan dengan keluarganya ke pantai Parang tritis.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan bahwa saat libur Imlek, Kabupaten Bantul secara total dikunjungi 4.857 wisatawan. Dari jumlah itu, 4.365 orang berkunjung ke Pantai Parangtritis. 

Pihaknya terus mengimbau kepada wisatawan untuk taat protokol kesehatan selama uji coba terbatas masa pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM). Petugas di lapangan juga dimaksimalkan untuk selalu mengingatkan pengunjung seputar protokol kesehatan, mulai dari memakai masker hingga jaga jarak.