Hacker Incar Microsoft, Dapat Dukungan Dari Pemerintah China?

Baru-Baru ini ada sekumpulan hacker yang berhasil meretas Microsoft. Benarkah dibiayai pemerintah China?

Hacker Incar Microsoft, Dapat Dukungan Dari Pemerintah China?
Gambar dilansir dari : forbes.com

Baru-baru ini Microsoft melaporkan sebuah kelompok peretas yang telah membobol inbox email dari jarak jauh. Selain itu, pihak Microsoft juga memaparkan jika peretas tersebut didukung oleh pemerintah China.

Peretasan ini dilakukan menggunakan kelemahan yang baru saja ditemukan didalam software server email dari Microsoft. Melansir dari Reuters, nama dari kelompk hacker ini adalah HAFNIUM. Kelompok ini merupakan entitas yang telah mendapatkan sponsor suatu negara dan beroperasi di luar China.

Sebuah postingan dari Microsoft yang mengatakan bahwa aksi ini memanfaatkan empat kelemahan. Keempat kelemahan ini sebelumnya tak dapat terdeteksi dari berbagai software.

Dalam postingan yang berbeda, perusahaan keamanan Volexity juga memaparkan hal tersebut. Bahwa Microsoft telah mampu melihat hacker yang menggunakan salah satu kelemahan untuk mencuri konten. Selain itu juga mencuri beberapa inbox pengguna mulai dari bulan Januari tahun ini.

Jika dilihat lagi dari kronologi sebelumnya, kelompok bernama HAFNIUM ini hanya mampu mengetahui detail server Exchange dan akun yang ingin dicuri.

Dengan adanya berita ini, jubir dari kementerian luar negeri China, Wang Wenbin sangat membantah. Dirinya menolak tudingan bahwa HAHNIUM mendapatkan sponsor dari China.

“China ingin media dan perusahaan yang relevan mengambil sikap professional dan bertanggung jawab. Sehingga mampu memiliki dasar yang kuat seperti banyak bukti, daripada melakukan dugaan dan tuduhan yang tak ada dasarnya,” katanya.

Gambar dilansir dari : unisbank.ac.id

Kabar terbaru saat ini pun mengatakan bahwa hacker semakin agresif. Bahkan mampu menarik perharian dari seluruh komunitas keamanan siber. Direktur intelijen Dell Technologies Inc’s Secureworks, Mike McLellan mengatakan melihat lonjakan secara drastis dalam aktifitas yang mampu menyentuh sever Exchange pada har Minggu ini.

McLellan juga mengatakan jika aktivitas peretasa lebih terfokus pada penyemaian software berbahaya. Ditambah, hacker sedang menyiapkan gangguan yang lebih dalam lagi.

“Kami belum melihat adanya kegiatan lanjutan. Kami akan menemukan perusahaan mana saja yang terkena dampak. Tetapi sejumlah kecil perusahaan benar-benar telah dieksploitasi,” kata McLellan.

Dilain sisi, sebelumnya Microsoft juga pernah diretas dalam kasus SolarWinds. Perusahaan software yang menangani gangguan sistem pada pemerintan dan sector swasta. Dalam kasus ini hacker menggunakan cara pelanggan untuk menyiapkan layanan dari Microsoft. Nantinya akan membahayakan target bahkan lebih masuk kedalam jaringan.

Saat itu, peretas berhasil membocol Microsoft, mampu mengaksis kode sumber, elemen Exchange, produk kalender bahkan email perusahaan.

Dan saat ini, target peretasan adalah perusahaan peneliti penyakit menular, lembaga pendidikan tinggi, firma hukum, lembaga kebijakan, kontraktor pertahanan dan juga kelompok pemerintah. Begitu yang disebutkan oleh pihak Microsoft.

Bisa dibayangkan bukan, jika semua perusahaan itu berhasil diretas. Maka akan banyak data yang dibobol. Tapi, apakah benar peretasan ini didukung pemerintah China? Sampai sekarang Microsoft belum memberkan penjelasan lebih lanjut.