Dahsyat ! Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi Dihantam Rudal, Harga Minyak Dunia Berantakan

Belum usai, kilang minyak Arab Saudi terus terima serangan. Berimbas ke harga minyak dunia

Dahsyat ! Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi Dihantam Rudal, Harga Minyak Dunia Berantakan
Gambar dilansir dari : liputan6.com

Cahaya.co - Kembali, situs kilang minyak dari Arab Saudi menjadi target serangan udara. Tepat sasaran rudal Houthi menghantam kilang minyak terbesar Saudi pada Minggu (7/3).

Kelompok pemberontak Houthi di Yaman telah menembakkan belasan rudal dan juga drone ke situs kilang minyak Saudi. Tepatnya di Ras Tanura dan beberapa fasilitas kemilitran kerajaan di Dammam, Jazan dan juga Asie.

Penyerang ini pun dibarengi dengan pernyataan dari juru bicara Houthi, Yahya Sarea. Dirinya mengatakan bahwa pihak pemberontak telah menembakan delapan rudal balistik dan juga 14 drone ke jantung Arab Saudi.

Perlu diketahui, bahwa situs minyak Ras Tanura merupakan kilang minyak terbesar yang terletak di lepas pantai Saudi. Terletak di Provinsi Timur, Teluk Persia, lokasi yang menjadi pusat produksi dan ekspor perusahaan minyak Aramco.

Jika dilihat dari posisi kilang minyak ini terletak tidak jauh dari instalasi minyak Saudi yang pada tahun 2019 juga menjadi target serangan.

Tidak main-main, insiden ini pun memicu Saudi untuk menutup sementara produksi minyak mentah. Bahkan dengan begitu, harga minyak dunia langsung melonjak drastis. Semua pasti akan berdampak, karena semua negara masiih butuh minyak bumi.

Gambar dilansir dari : tribunnews.com

Pada hari Senin (8/3), koalisi dari pimpinan Saudi menuturkan telah berhasil mencegat 12 drone. Masing-masing drone ini bersenjata dan sudah ditargetkan untuk menyasar warga sipil. Namun keterangan ini tidak menjelaskan lokasi tepatnya.

Koalisi militer ini juga mengatakan pihak Saudi telah berhasil menangkis dua rudal balistik yang sengaja diarahkan ke Jazan. Namun, pecahan dari dua rudal ini dilaporkan jatuh di dekap komplesk perumahan yang digunakan Aramco, di Dhahran.

Dikutip Reuters, Kemhan Saudi menegaskan jika insiden ini tak menewaskan korban jiwa. dan tidak menimbuklkan kerusakan akibat serangan dari belasan drone dan juga rudal tersebut.

Sayangnya, serangan ini mengakibatkan haruag minyak mentah Brent menjadi melonjak drastic. Saat ini harnya menjadi di atas US$70 per barelnya. Hal ini menjadi level tertinggi dari Januari 2020 lalu.

Adanya serangan yang terus bertubi ini membuat juru bicara Kemhan Saudi Kolonel Turki al-Maliki ambil bicara. Dirinya mengatakan bahwa negara kerajaan akan mengambil tidakan pencegahan untuk melindungi asset nasional Arab Saudi.

Al-Maliki memaparkan jika koalisi militer sudah meluncurkan serangan balasan. Melalui serangan udara sejumlah situs militer Houthi di Sanaa dan wilayah Yaman mendapatkan balasan pada Minggu.

Dalam sebuah rekaman video yang tersebar di media Saudi, terlihat banyak kepulan asap puti yang mengepul tebal. Asap tersebut muncul tak lama dari ledakan besar yang terdengar, sehingga mengguncang ibu kota Yaman. Kota dimana para pemberontak Houthi bersarang.

Dari kejadian ini maka bisa dikatakan jika bumi sedang tidak baik-baik saja. Bahkan dari tahun 2019 serangan demi serangan terus terjadi. Tidak hanya mempengaruhi kedua negara, namun juga negara lain yang mengkonsumsi minyak bumi.