Cuti Bersama Resmi Dipangkas Oleh Pemerintah Indonesia

Sebagai buntut panjang peningkatan kurva penularan Covid-19, Keputusan libur bersama harus dipangkas, bikin kerut dahi sebagian pekerja yang pengen liburan !

Cuti Bersama Resmi Dipangkas Oleh Pemerintah Indonesia
Gambar dikutip dari : economy.okezone

Kabar terbaru soal cuti, keputusan soal cuti bersama resmi dipangkas oleh Pemerintah Indonesia dan sudah ditetapkan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB).

Keputusan tersebut yakni Bernomor Surat 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 dan Nomor 1 Tahun 2021, telah ditandatangi oleh Menteri Agama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Menteri Ketenagakerjaan.

Adapun, SKB tentang perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri PANRB Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020 dan Nomor 4 Tahun 2020 tentang hari libur Nasional dan cuti bersama tahun 2021.

Semua Menteri di atas sudah sepakat bahwa cuti bersama pada tahun 2021 ini akan dipangkas menjadi 2 hari saja. Dilihat dalam SKB sebelumnya ada tujuh hari cuti bersama. Namun setelah dilakukan peninjauan dengan penuh ketelitian, maka cuti bersama dikurangi hingga menjadi 2 hari saja.

Lalu bagaimana perubahan yang akan terjadi pada kalender yang sudah tercetak? Ini dia perubahan yang ada.

Pemangkasan ini akan dilakukan untuk libur Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tanggal 12 Maret, Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada 17-19 Mei dan juga Hari Raya Natal 27 Desember.

Cuti bersama yang masih ada adalah Hari Raya Idul Fitri tanggal 12 Mei dan Hari Raya Natal pada 24 Desember.

 

Gambar dikutip dari : detik.com

Sudah berselang pergantian tahun hingga Bulan Februari ini, pemangkasan cuti bersama baru disepakati. Muhadjir menjelaskan, bahwa pemerintah massih memberikan satu hari menjelang Idul Fitri dan Hari Raya Natal.

“Agar memudahkan Polri dalam mengelola pergerakan masyarakat. Jangan sampai terjadi penumpukan pada satu haru, dan justru akan berbahaya,” kata bapak Muhadjir.

Alasan pemangkasan cuti bersama ini karena untuk mengurangi kurva peningkatan Covid-19 yang belum masih naik dan belum melandai. Meski berbagai upaya sudah dilakukan untuk menurukan grafik dari penyebaran Covid-19.

Menurut Muhadjir setelah libur panjang kasus dari Covid-19 semakin meningkat. Tentu saja karena mobilitas dari masyarakat juga cenderung meningkat. Sementara program vaksinasi dari pemerintah sedang berjalan. Sehingga cara ini dikira tepat untuk melakukan pengurangan tingkat penularan.

Dari semua kasus yang telah tercatat ini membuat pemerintah meninjau ulang cuti bersama pada tahun 2021. Sehingga bisa mendorong arus pergerakan dari masyarakat saat libur panjang. Mobilitas saat mudik ini yang menjadi sorotan untuk peningkatan kasus Covid-19.

Dalam penandatangan SKB tersebut, telah dilakukan oleh Menterti PANRB Thahjo Kumolo, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dan juga Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali.

Penandatangan ini juga turut disaksikan oleh Menko PMK, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan juga Kapolri Jendral Listyo Sigit Purnomo.   

Sehingga keputusan ini akan menjadi perubahan kecil untuk bertemu sanak keluarga. Namun keputusan dari pemerintah tidak ada salahnya untuk dilaksanakan demi kebaikan.

Kabar ini sekaigus turut mengecewakan para pekerja yang otomatis hari cuti bersama mereka harus dipangkas dan terganggu dengan keputusan ini, namun keputusan ini diambil demi menurunkan curva kasus Covid-19. Hmm, kita ambil hikmahnya aja deh ya!