Black Lives Matter : Zaha Jadi Pemain EPL Pertama Yang Tolak Berlutut Sebelum Bertanding

Hal tak biasa dilakukan oleh Zaha, kampanye berlutut demi menyuarakan Black Lives Matter sebelum pertandingan tak dia ikuti. Begini penjelasannya !

Black Lives Matter : Zaha Jadi Pemain EPL Pertama Yang Tolak Berlutut Sebelum Bertanding
Gambar dilansir dari : bolaskor.com

Pemain sayap dari Crystal Palace, Wilfried Zaha memilih untuk tetap berdiri. Dirinya menolak untuk berlutut sebelum pertandingan dimulai saat laga kontra West Bromwich.

Palace yang berhasil mengalahkan West Brom pada pekan ke-28 dengan skor 1-0, di Selhurst Park, Sabtu (13/3). Melalui gol dari Luka Milivojevic, Palace berhasil unggul dari tim kandang.

Pada pertandingan ini momen tidak biasa dilakukan semua pemain yang ada di lapangan. Sebagai wujud dukungan kampanye anti-rasialisme atau Black Lives Matter, semua pemain berlutut sebelum pertandingan dimulai. Namun, dari semua pemain Zaha tetap berdiri tegak di atas rumput hijau.

Zaha yang baru saja kembali ke skuad utama setelah cedera ini mendapatkan kesempatan kembali untuk merumput. Namun pemain berkulit hitam ini menolak gerakan yang dilakukan di EPL.

Sebagai pemain yang lantang menolak aksi tersebut, dirinya pun menyadari bahwa aksinya telah diketahui publik.

“Keputusan saya untuk berdiri saat awal pertandingan telah diketahui publik dalam beberapa pekan terakhir,” ucapnya sebelum laga dimulai.

Bagi dirinya tidak ada benar atau salah tentang semua aksi yang dilakukan. Berlutut hanya sekedar bagian dari rutinitas pertandingan saat ini, menurutnya. Zaha pun menambahkan jika tidak ada masalah mau berlutut atau berdiri, karena beberapa dari kaumnya masih mendapatkan pelecehan tersebut.

Perlu diketahui juga jika Zaha merupakan korban dari pelecehan melalui media sosial. Dan parahnya pelaku tersebut adalah anak berusia 12 tahun.

Zaha pun menghormati aksi yang dilakukan pihak Liga Premier dan otoritas lain untuk melakukan perubahan. Dia pun menghormati rekan satu tim dan pemain klub lain yang mau berlutut. Namun, ada beberapa langkah yang lebih efektif menurutnya.

Dengan mendorong pendidikan lebih baik di sekolah dan juga perusahaan media sosial pun harus mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pelecehan secara online. Bukan hanya kepada pesepakbola saja, maka dari itu dirinya memilih untuk fokus bermain bola saja.

“Saya akan terus berdiri tegak.” Pungkasnya.

Gambar dilansir dari : bolaskor.com

Bahkan, pada bulan lalu melalui sebuah podcast di YouTube dirinya sudah menunjukan antipasti terhadap aksi ini.

“Mengapa saya harus berlutut kepada kalian untuk menunjukan rasa peduli pada kami,” ucap Zaha.

Dirinya merasa bahwa berlutut adalah sikap untuk merendah. Sehingga lebih pantas untuk terus berdiri tegak.

“Kedua orang tua saya pernah bilang agar saya harus bangga jadi warga kulit hitam,” tambahnya.

Memang, aksi berlutut ini dilakukan untuk menyuarakan kembali anti-rasialisme yang cukup mengemuka. Pasca pembunuhan George Floyd yang berbau rasialisme ini membuat masyarakat melakukan aksi kampanye Black Lives Matter.

Termasuk juga pada laga yang dilakukan di EPL. Sebelum pertandingan dimulai semua pemain akan berlutut guna mendukung aksi tersebut.